TUGAS BAHASA INDONESIA TANGGAL 15-05-2024

 Pencemaran Dalam Lingkungan Hidup

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Lingkungan adalah kesatuan antara abiotik serta biotik. Abiotik merupakan kumpulan-kumpulan benda mati. Sedangkan biotik yaitu kumpulan benda hidup. Di dalam komponen abiotik adalah udara, air, cahaya matahari, tanah, suhu dan lainnya.

Komponen biotik mencakup dekomposer atau disebut pengurai, konsumen, dan juga produsen. Kedua komponen tersebut sangatlah erat kaitannya atau tidak dapat dipisahkan.

Lingkungan hidup diartikan beragam. Menurut Kamus Ekologi, lingkungan hidup dikatakan juga environment. Environment yaitu kesatuan antara makhluk hidup atau biotik dan non hidup atau abiotik yang ada di bumi. Sedangkan, menurut Undang-Undang No. 32 Tahun 2009, lingkungan hidup yaitu kesatuan ruang di seluruh benda. Baik makhluk hidup yang termasuk manusia, keadaan sampai perilaku manusia.

Secara keseluruhan bisa disimpulkan jika lingkungan hidup merupakan gabungan antara semua makhluk hidup dan juga faktor dan komponen di sekelilingnya. Makhluk hidup yang ada di bumi ini adalah salah satu faktor keberhasilan dari lingkungan hidup. Makhluk hidup yang dikhususkan adalah manusia. Manusia merupakan makhluk berakal yang telah diciptakan Tuhan dengan sempurna di dalam keadaan yang utuh pula.

Baca juga: √ Panduan Cara Membuat Karya Tulis Ilmiah Lengkap

Oleh karena itu, kegagalan dari lingkungan hidup seperti pencemaran yang terjadi bisa dikatakan ulah dari manusia. Tingkah laku manusia pada saat ini telah melebihi batas wajar. Salah satunya adalah membuang sampah sembarangan. Banyak tempat yang seharusnya bersih dari sampah malah tertimbun sampah. Tempat yang seharusnya rindang serta asri, berubah menjadi tempat yang panas dan juga gersang.

2. Rumusan Masalah

Apa saja jenis pencemaran dan bagaimana penjelasannya?

3. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui jenis-jenis pencemaran lingkungan hidup.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Jenis Pencemaran

1. Pencemaran Udara

Pencemaran udara tidak selalu dikarenakan oleh ulah manusia. Pencemaran udara bisa juga disebabkan oleh kejadian alam misalnya gunung meletus. Hasil dari letusan gunung berapi tersebut membawa partikel-partikel logam yang berbahaya. Akan tetapi, penyebab utama pencemaran udara di Indonesia biasanya terjadi akibat polusi kendaraan bermotor roda dua, tiga dan juga empat.

Pencemaran udara disebabkan beberapa hal berikut, yaitu:

a. Asap Rokok

Seperti yang sudah diketahui bersama, sebagian besar orang-orang terkaya yang berada di Indonesia adalah bos besar dari perusahaan rokok. Oleh karena itu, tidak heran jika asap rokok menjadi penyumbang pencemaran udara yang paling besar. Kandungan-kandungan yang berbahaya yang ada di dalam rokok seperti tar dan juga nikotin. Maka asap yang ditimbulkan juga berbahaya.

Baca juga: Contoh Surat Resmi: Sekolah, Perusahaan, Undangan Resmi, Dsb.
b. Ozon (O3)

Sudah menjadi rahasia publik jika lapisan ozon sudah mulai menipis. Lapisan penghalang buruknya sinar matahari tersebut justru menjadi boomerang bagi bumi. Polutan ozon adalah polutan yang paling berbahaya. Penangannya juga sangat sulit sebab tidak dapat dideteksi. Perlu untuk diketahui, polutan ozon akan menyebabkan kerusakan pada paru-paru.

c. Karbonmonoksida (CO)

Gas CO juga adalah salah satu polutan yang sangat berbahaya. Gas tersebut bisa menimbulkan kematian apabila seseorang menghirupnya dalam jangka waktu yang lama. Contoh dari polutan gas CO adalah ketika tidur di dalam mobil dengan menggunakan AC. Gas-gas CO yang dihasilkan dari kendaraan bermotor di luar bisa masuk ke dalam tubuh. Gas itulah yang menyebabkan kematian.

Baca juga: √ Panduan Cara Membuat Karya Tulis Ilmiah Lengkap

2. Pencemaran Air

Air yang bersih adalah air yang tidak berbau dan juga tidak berwarna. Sehingga jika diemui air yang berbau, berwarna dan juga terdapat biota yang mati di dalamnya, air tersebut terindikasi sudah tercemar. Pencemaran pada air bisa dikarenakan oleh hal-hal berikut:

a. Limbah pabrik, nuklir dan industry

Limbah pabrik, nuklir dan juga industri mengandung zat-zat kimia yang berbahaya. Salah satunya adalah radioaktif. Pembuangan limbah dengan sembarangan ke sungai sangat membahayakan. Sebab zat berbahaya akan tercampur dengan air sungai. Hal tersebut mengancam keberadaan biota sungai dan juga lingkungan di sekitarnya.


b. Bahan peledak untuk menangkap ikan

Penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak memang telah dilarang. Akan tetapi, tetap saja ada oknum-oknum nakal yang masih menggunakan cara tersebut. Penangkapan dengan bahan peledak memang dinilai efektif. Tidak akan memakan waktu yang lama dan juga akan memperoleh hasil tangkapan yang melimpah. Namun, hal tersebut merupakan salah satu penyebab dari pencemaran air.

c. Pestisida

Limbah pertanian sesungguhnya tidak membahayakan. Akan tetapi, penggunaan pestisida yang berlebih dan juga pupuk kimia itulah yang akan menyebabkan pencemaran air. Limbah pertanian yang di dalamnya terdapat pestisida yang berlebih dan juga pupuk kimia tersebut akan mengalir. Yang selanjutnya hal tersebut akan menimbulkan pencemaran pada air.

d. Sampah

Sampah menjadi masalah yang paling utama di zaman sekarang. Kesadaran manusia akan lingkungan sepertinya sudah sangat rendah. Sampah-sampah rumah tangga yang dibuang di sembarang tempat. Mulai dari lorong air kecil atau selokan sampai ke sungai telah dipenuhi sampah. Padahal, sampah menjadi salah satu penyebab utama dari pencemaran air.

3. Pencemaran Tanah

Suatu tanah dapat dikatakan telah tercemar saat tanah itu tidak dapat lagi digunakan untuk kebutuhan manusia. Kebutuhan yang dimaksud contohnya bercocok tanam. Selain itu, tanah yang gersang juga salah satu ciri tanah yang sudah tercemar. Penyebab dari pencemaran tanah, yaitu:

a. Senyawa asam

b. Pestisida berlebih

c. Pupuk kimia

d. Limbah industri, pabrik dan juga nuklir

e. Limbah rumah tangga seperti deterjen.

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Pencemaran dapat dibagi menjadi tiga yaitu pencemaran air, tanah dan juga udara. Setiap pencemaran mempunyai ciri tertentu. Setiap pencemaran juga mempunyai penyebab tertentu. Penyebab pencemaran satu dengan yang lainnya tidak jauh berbeda.

Contohnya penggunaan pestisida yang berlebih. Untuk itu, manusia sebagai makhluk yang berakal di bumi wajib hukumnya untuk mengurangi penggunaan bahan-bahan yang dapat menyebabkan pencemaran dan turut menjaga lingkungan.



Pengertian dari Karya Ilmiah adalah karya tulis yang dibuat untuk memecahkan suatu permasalahan dengan landasan teori dan metode-metode ilmiah. Biasanya ciri-ciri Karya ilmiah berisikan data, fakta, dan solusi mengenai suatu masalah yang diangkat. Penulisan karya ilmiah dilakukan secara runtut dan sistematis. Baca: Pengertian, Struktur dan Ciri Ciri Karya

1.Definisi /arti karya ilmiah 

Bagi mahasiswa, pastinya tidak asing dengan istilah karya ilmiah. Karya ilmiah merupakan karya tulis yang berisi paparan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti.
Karya ilmiah merupakan karya tulis yang sengaja dibuat untuk memecahkan suatu masalah. Biasanya berisi mengenai fakta, data serta solusi mengenai isu yang diangkat.

Mengutip dari buku Penulisan Karya Ilmiah yang disusun oleh Dra. Zulmiyetri, M.Pd., karya ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum serta ditulis menurut metodologi yang baik dan benar. Maksud dari penulisan karya ilmiah sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain tentang ilmu.

2.

  1. Artikel Ilmiah

    Artikel ilmiah adalah karya tulis yang berisi pendapat penulis terhadap masalah atau topik yang diteliti yang dikaitkan dengan teori yang ada. Secara umum, artikel ilmiah termasuk karya ilmiah yang dimuat dalam jurnal ilmiah atau kumpulan artikel ilmiah lainnya.

  2. Makalah

    Makalah adalah karya tulis ilmiah yang kajian masalahnya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris objektif. Makalah biasanya dipaparkan dalam sebuah seminar berupa presentasi.

  3. Skripsi

    Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana. Skripsi biasanya berisi hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa.

  4. Tesis

    Tesis adalah karya tulis ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa sebagai syarat untuk memperoleh gelar magister. Tesis biasanya berisi hasil penelitian yang lebih mendalam dibandingkan skripsi.

  5. Disertasi

    Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa sebagai syarat untuk memperoleh gelar doktor. Disertasi biasanya berisi hasil penelitian yang lebih kompleks dan mendalam dibandingkan tesis.

  6. Paper

    Paper adalah karya tulis ilmiah yang berisi hasil penelitian atau analisis terhadap suatu topik tertentu. Paper biasanya dipublikasikan dalam jurnal ilmiah atau disajikan dalam konferensi ilmiah.

  7. Kertas Kerja

    Kertas kerja adalah karya tulis ilmiah yang berisi hasil penelitian atau analisis terhadap suatu topik tertentu. Kertas kerja biasanya dipresentasikan dalam seminar atau konferensi.

Karya ilmiah dapat membantu dalam memecahkan masalah-masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat melalui kajian-kajian dan penelitian-penelitian sosiologi.

Sistematika Penulisan Artikel Ilmiah

  • Judul (Maksimum 12 kata)
  • Identitas Penulis
  • Abstrak Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (250 Kata)
  • Keywords (3-5 kata)
  • PENDAHULUAN
  • METODE
  • HASIL
  • PEMBAHASAN
  • SIMPULAN
  • UCAPAN TERIMA KASIH
  • DAFTAR PUSTAKA, Untuk keseragaman dan Internasionalisasi, penulisan Daftar Pustaka artikel memakai cara penulisan kutipan menurut sistem APA (Association Psychological Association).

 




Komentar